Benarkah Menabrak Kucing Membawa Sial? Ini Penjelasan dalam Islam
Benarkah Menabrak Kucing Membawa Sial? Ini Penjelasan dalam Islam
Jakarta — Kejadian tak terduga di jalan, seperti menabrak kucing, kerap membuat pengendara merasa cemas. Di masyarakat, masih beredar anggapan bahwa peristiwa tersebut menjadi pertanda kesialan atau akan mendatangkan musibah. Lantas, bagaimana Islam memandang hal ini?
Islam melalui ajaran Rasulullah SAW menekankan kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup. Nabi Muhammad SAW, sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin), mengajarkan umatnya untuk memperlakukan hewan dengan penuh kepedulian dan melarang segala bentuk penyiksaan.
Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengisahkan seorang perempuan yang mendapat azab karena menyiksa seekor kucing dengan cara mengurungnya tanpa diberi makan dan minum hingga mati. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa menyakiti hewan secara sengaja termasuk dosa besar dalam Islam.
Namun, bagaimana jika kematian kucing tersebut terjadi tanpa disengaja, misalnya karena tertabrak kendaraan?
Hukum Menabrak Kucing Tanpa Unsur Kesengajaan
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan. Apabila seseorang telah berhati-hati saat berkendara namun tetap tidak sengaja menabrak kucing hingga mati, maka peristiwa tersebut tidak dicatat sebagai dosa. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Allah SWT memaafkan kesalahan yang dilakukan tanpa sengaja, karena lupa, atau karena paksaan.
Dengan demikian, insiden kecelakaan yang terjadi di luar kendali manusia tidak dapat disamakan dengan perbuatan zalim yang dilakukan secara sadar.
Anggapan bahwa menabrak kucing akan membawa kesialan tergolong tathayyur, yakni keyakinan mengaitkan suatu peristiwa dengan nasib buruk. Dalam Islam, tathayyur tidak dibenarkan karena dapat melemahkan keimanan dan menunjukkan kurangnya tawakal kepada Allah SWT.
Imam Al-Munawi dalam kitab Faidlul Qadir, sebagaimana dikutip Kementerian Agama, menjelaskan bahwa kesialan justru menimpa orang yang meyakini pertanda buruk tersebut, bukan karena peristiwanya, tetapi karena keyakinan salah yang ia pelihara.
Sering kali, musibah yang muncul setelah kejadian menabrak kucing disebabkan oleh rasa takut berlebihan dan sugesti negatif. Kondisi mental yang tidak stabil ini dapat mengganggu konsentrasi dan justru meningkatkan risiko kecelakaan berikutnya.
Sikap yang Dianjurkan Jika Menabrak Kucing
Apabila seseorang mengalami kejadian tersebut di jalan, Islam mengajarkan untuk tetap bersikap tenang dan bijaksana. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
-
Berhenti sejenak dan menenangkan diri, agar emosi kembali stabil.
-
Memperbanyak istighfar, sebagai bentuk introspeksi dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
-
Mengurus bangkai kucing, jika memungkinkan, dengan cara menguburkannya sebagai bentuk penghormatan terhadap makhluk hidup dan demi keselamatan pengguna jalan lain.
-
Melanjutkan perjalanan dengan doa, memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.
Kesimpulannya, menabrak kucing secara tidak sengaja bukanlah pertanda sial dalam Islam. Segala musibah dan keberuntungan sepenuhnya berada di bawah kehendak Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk menjauhi keyakinan buruk dan memperkuat tawakal dalam setiap keadaan.
Wallahu a’lam.

Posting Komentar