Dampak Promosi Lisa BLACKPINK, Kunjungan ke Danau Red Lotus Melonjak Tajam

Daftar Isi

Dampak Promosi Lisa BLACKPINK, Kunjungan ke Danau Red Lotus Melonjak Tajam

BANGKOK — Popularitas Lisa Manoban dari grup BLACKPINK kembali memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata Thailand. Salah satu destinasi di Provinsi Udon Thani, yakni Red Lotus Lake atau Danau Teratai Merah, mendadak menjadi sorotan publik setelah dipromosikan oleh idol K-pop tersebut.

Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand mencatat lonjakan signifikan jumlah wisatawan yang datang ke danau tersebut sejak promosi dilakukan. Fenomena ini bahkan membuat pemerintah setempat meningkatkan koordinasi lintas lembaga guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, sebagaimana dilaporkan media lokal Bangkok Post pada Senin (26/1/2026).

Sejak Sabtu pagi, wisatawan domestik maupun mancanegara terlihat memadati dermaga Ban Diam di kawasan Talay Bua Daeng, Distrik Kumphawapi. Loket tiket yang mulai beroperasi pukul 05.00 pagi sudah dipenuhi antrean sebelum matahari terbit, khususnya bagi wisatawan yang ingin menyewa perahu.

Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) sebelumnya merilis poster promosi yang menampilkan Lisa dengan latar Danau Red Lotus. Unggahan tersebut memicu antusiasme tinggi, dengan ribuan pengunjung datang untuk mengabadikan foto serupa dan membagikannya di media sosial.

Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, Natreeya Taweewong, mengatakan lonjakan kunjungan yang terjadi secara tiba-tiba merupakan dampak langsung dari peran Lisa sebagai Duta Global Amazing Thailand. Kondisi ini, menurutnya, menuntut penerapan standar keselamatan dan layanan yang lebih ketat.

Ia menegaskan bahwa petugas telah diminta melakukan pengawasan intensif terhadap operasional perahu, kelayakan kapal, perlengkapan keselamatan, hingga pengaturan arus lalu lintas pengunjung. Selain itu, transparansi harga dan perlakuan adil bagi wisatawan juga menjadi perhatian utama.

Sejumlah instansi di bawah kementerian turut dilibatkan. Departemen Pariwisata ditugaskan mengawasi operator agar tidak melakukan praktik harga tidak wajar, sementara Polisi Pariwisata meningkatkan pengamanan serta kesiapsiagaan darurat. Pusat bantuan wisata juga disiagakan untuk memberikan informasi dan menampung keluhan pengunjung.

Natreeya menilai fenomena “Efek Lisa” menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan komunitas lokal Thailand, khususnya di wilayah kota sekunder yang sebelumnya kurang dikenal. Pemerintah berharap momentum ini dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan keselamatan dan kualitas layanan.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, mengungkapkan bahwa banyak wisatawan tertarik datang ke Danau Teratai Merah setelah melihat kampanye Amazing Thailand x Lisa. Sebagian bahkan mengaku baru mengetahui keberadaan destinasi tersebut dan rela terbang ke Udon Thani demi merasakan langsung suasana yang ditampilkan dalam promosi.

Sejak musim mekarnya bunga teratai dimulai pada Desember, sekitar 50.000 wisatawan telah berkunjung ke danau tersebut, dengan mayoritas berasal dari luar negeri. Lonjakan paling terasa justru terjadi pada hari kerja, yang biasanya cenderung sepi.

Saat ini, operator perahu melayani lebih dari 100 perjalanan setiap hari. Permintaan tur rombongan untuk Februari juga meningkat pesat, terutama untuk perahu kayu dengan desain serupa yang digunakan dalam materi promosi Lisa.

Thapanee menambahkan, area utama ladang teratai seluas sekitar 25.000 rai diperkirakan akan berada dalam kondisi mekar penuh hingga pertengahan Februari. Sementara itu, ladang teratai kedua di Koh Don Luang seluas 5.000 rai diproyeksikan mulai mekar dari pertengahan Februari hingga pertengahan Maret, sehingga wisatawan masih memiliki waktu cukup panjang untuk menikmati keindahan alam tersebut sebelum memasuki musim panas.

Posting Komentar