Fakta Baru Asusila di TransJakarta: Polisi Ungkap Aksi Saling Raba Antar-Pelaku Pria
Daftar Isi
Fakta Baru Asusila di TransJakarta: Polisi Ungkap Aksi Saling Raba Antar-Pelaku Pria
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus asusila yang terjadi di dalam bus TransJakarta pada Kamis (15/1/2026). Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa insiden tersebut bukanlah aksi masturbasi tunggal, melainkan tindakan asusila yang dilakukan oleh dua orang pria yang saling mengenal.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan kronologi detail mengenai pelecehan yang menimpa seorang penumpang wanita tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan kronologi detail mengenai pelecehan yang menimpa seorang penumpang wanita tersebut.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Dugaan Kebocoran AC
Insiden yang terjadi di ruas Tol Pelabuhan Gedong Panjang sekitar pukul 18.20 WIB ini bermula saat korban merasa ada cairan yang menetes di pakaian bagian belakang hingga ke kakinya.
- Dugaan Awal: Korban awalnya tidak menaruh curiga dan mengira cairan dingin tersebut berasal dari tetesan air pendingin udara (AC) bus yang bocor.
- Sadar Setelah Mendengar Suara: Kesadaran korban muncul ketika ia mendengar percakapan antara kedua pelaku. Salah satu pelaku terdengar menegur pelaku lainnya dengan nada mencekik, menanyakan apakah ia baru saja melakukan tindakan asusila.
- Tindakan Pelaku: Polisi mengungkap bahwa pelaku berinisial FTR sengaja meraba alat kelamin pelaku berinisial HW hingga terjadi ejakulasi. Cairan tersebut kemudian mengenai pakaian korban yang berdiri tepat di depan mereka.
Pelaku Sudah Saling Kenal
Hasil interogasi mendalam mengungkap bahwa kedua pria ini bukan orang asing satu sama lain.
- Komunikasi Intens: HW dan FTR diketahui telah saling mengenal selama kurang lebih tiga hari.
- Janjian Pulang Bareng: Keduanya sudah berkomunikasi dan sengaja berjanji untuk bertemu di Halte Busway PIK agar bisa pulang bersama menggunakan bus yang sama.
- Tidak Kenal Korban: Meski kedua pelaku sudah saling berkomunikasi, polisi menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan korban wanita tersebut.
Penangkapan oleh Petugas dan Penumpang
Suasana di dalam bus sempat memanas ketika penumpang lain menyadari tindakan menyimpang tersebut dan mulai berteriak. Petugas layanan bus (kondektur) bersama para penumpang dengan sigap mengamankan kedua pria tersebut.
Pihak TransJakarta kemudian menyerahkan HW dan FTR ke Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami motif serta memeriksa bukti-bukti pendukung, termasuk keterangan saksi di lokasi kejadian.
Pihak TransJakarta kemudian menyerahkan HW dan FTR ke Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami motif serta memeriksa bukti-bukti pendukung, termasuk keterangan saksi di lokasi kejadian.


Posting Komentar