Gempa Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Pernah Menghantam China
Gempa Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Pernah Menghantam China
Sebuah bencana alam berskala luar biasa pernah melanda China ratusan tahun silam dan hingga kini tercatat sebagai gempa paling mematikan dalam sejarah manusia. Peristiwa tersebut terjadi pada 23 Januari 1556 di wilayah Shaanxi, tepat 470 tahun lalu, dan menewaskan ratusan ribu jiwa hanya dalam satu pagi.
Tragedi ini bukan disebabkan oleh konflik bersenjata, wabah penyakit, maupun kelaparan, melainkan akibat guncangan bumi yang terjadi secara tiba-tiba ketika sebagian besar penduduk masih tertidur di pagi hari yang dingin. Tanpa peringatan, gempa dahsyat itu terjadi menjelang matahari terbit dan menghancurkan wilayah luas dalam hitungan detik.
Getaran hebat membuat bentang alam berubah drastis. Sebagian tanah terangkat membentuk perbukitan baru, sementara area lain amblas menjadi lembah dan jurang. Retakan besar muncul di permukaan bumi, bahkan memunculkan semburan air dari dalam tanah. Permukiman yang berdiri di atasnya lenyap seketika.
Ketika guncangan mereda, skala kehancuran belum sepenuhnya disadari. Baru setelah pagi menjelang terang, warga yang selamat menyaksikan kehancuran menyeluruh. Rumah-rumah penduduk, bangunan pejabat, kuil, hingga tembok kota runtuh hampir bersamaan.
Catatan sejarah dari era Dinasti Ming menyebutkan bahwa bangunan-bangunan kota ambruk tanpa perlawanan. Tidak hanya wilayah Shaanxi yang terdampak, gempa juga mengguncang daerah yang kini dikenal sebagai Shanxi, Henan, dan Gansu. Bahkan getarannya dilaporkan terasa hingga wilayah pesisir selatan China.
Dampak bencana serupa terjadi di berbagai daerah: tanah terbelah, bangunan tenggelam ke dalam bumi, dan permukiman hilang dalam sekejap. Sebuah prasasti kuno mencatat bahwa Sungai Kuning dan Sungai Wei meluap, sementara air Sungai Kuning yang biasanya keruh justru tampak jernih selama beberapa hari setelah gempa.
Bencana ini memberikan pukulan besar bagi Dinasti Ming yang kala itu sedang berada dalam masa kemunduran. Berdasarkan catatan resmi kekaisaran, jumlah korban jiwa disebut mencapai lebih dari 830.000 orang. Angka tersebut membuat gempa Shaanxi 1556 dikenal sebagai tragedi alam paling mematikan sepanjang sejarah.
Meski begitu, sejumlah sejarawan modern memperkirakan jumlah korban sebenarnya lebih rendah, yakni sekitar 100.000 jiwa. Namun, terlepas dari perbedaan estimasi, besarnya skala kehancuran menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar yang pernah tercatat.
Pada masa itu, masyarakat menganggap gempa tersebut sebagai hukuman dari langit atau pertanda kosmis. Namun, kajian ilmiah modern mengungkap bahwa gempa dipicu oleh aktivitas patahan besar di Cekungan Weihe, wilayah yang berada di antara blok tektonik Ordos dan Pegunungan Qinling. Pergerakan patahan inilah yang memicu pelepasan energi besar di kerak bumi.
Penelitian geologi memperkirakan magnitudo gempa berada di kisaran 8,0 hingga 8,3. Meski bukan yang terkuat dalam sejarah, dampaknya menjadi sangat fatal karena kondisi lingkungan saat itu. Banyak warga tinggal di rumah dari tanah liat atau di gua-gua tebing endapan halus yang sangat rentan runtuh saat diguncang.
Tingginya kepadatan penduduk serta waktu kejadian yang berlangsung di pagi hari membuat hampir tidak ada kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan diri. Tragedi ini kemudian menjadi pelajaran penting bagi peradaban manusia tentang pentingnya mitigasi bencana, termasuk pembangunan hunian yang lebih tahan gempa serta pemilihan lokasi permukiman yang aman.

Posting Komentar