Kisah Sedih di Balik Penyamaran Pramugari Palsu Batik Air: Tertipu Rp30 Juta hingga Malu Pulang
Daftar Isi
Kisah Sedih di Balik Penyamaran Pramugari Palsu Batik Air: Tertipu Rp30 Juta hingga Malu Pulang
Pihak Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta akhirnya mengungkap motif di balik aksi penyamaran seorang wanita bernama Khairun Nisa yang sempat viral karena menjadi pramugari gadungan. Berdasarkan hasil investigasi, Nisa ternyata merupakan korban dari sindikat penipuan lowongan kerja.
Kronologi Penipuan: Janji Manis Berujung Rugi
Bukan tanpa alasan Nisa mengenakan seragam maskapai tersebut. Ia diketahui menjadi korban oknum yang menjanjikannya kelulusan instan menjadi awak kabin.
- Biaya "Sogokan": Nisa dimintai uang sebesar Rp30 juta agar bisa diterima bekerja di maskapai impiannya.
- Harapan Palsu: Setelah uang disetorkan, janji tersebut tidak pernah terwujud, meninggalkan Nisa dalam kerugian finansial yang besar.
"Yang bersangkutan mengaku pernah tertipu oleh orang yang menawarkan jasa masuk kerja sebagai pramugari dengan syarat membayar Rp30 juta," ungkap Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono.
Motif Penyamaran: Terbebani Rasa Malu kepada Keluarga
Alasan Nisa nekat mengenakan seragam lengkap dan berlagak seperti kru resmi adalah karena faktor psikologis. Ia telah berpamitan kepada keluarganya untuk mengikuti seleksi pramugari di Jakarta. Karena merasa gagal dan malu karena telah menjadi korban penipuan, ia memilih untuk bersandiwara seolah-olah dirinya telah berhasil diterima bekerja.
Awal Mula Terbongkarnya Penyamaran
Aksi nekat Nisa terendus saat ia melakukan penerbangan dengan Batik Air ID 7058 rute Palembang menuju Jakarta. Penyamarannya terbongkar karena detail kecil pada seragamnya:
- Kecurigaan Kru: Awak kabin yang bertugas mencurigai gerak-gerik Nisa selama di pesawat.
- Detail Seragam: Petugas menyadari bahwa corak pada rok yang dikenakan Nisa memiliki motif yang berbeda dengan standar resmi perusahaan Lion Group.
- Tindakan Tegas: Setibanya di Bandara Soetta, ia segera dilaporkan ke petugas keamanan bandara (Avsec) dan dibawa ke kantor polisi.
Status Hukum Saat Ini
Meskipun sempat menjalani pemeriksaan intensif, kepolisian memutuskan untuk tidak menahan Nisa. Mengingat kondisinya sebagai korban penipuan, ia telah diserahkan kembali kepada pihak keluarganya di Jakarta.
Kepolisian juga telah memberikan saran agar Nisa segera melaporkan oknum penipu yang telah merugikannya sebesar puluhan juta rupiah tersebut. Namun, hingga saat ini, Nisa dilaporkan masih mempertimbangkan apakah akan menempuh jalur hukum atau tidak.

Posting Komentar