Diplomasi Ekonomi Indonesia di WEF 2026: Memperkuat Reputasi Nasional di Panggung Dunia

Daftar Isi

Diplomasi Ekonomi Indonesia di WEF 2026: Memperkuat Reputasi Nasional di Panggung Dunia

Indonesia kembali mengambil peran strategis di kancah global melalui keikutsertaannya dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss. Melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, pemerintah memanfaatkan forum internasional ini sebagai ajang penting untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi nasional sekaligus memperluas jejaring dengan investor dan pemimpin dunia.

Kehadiran Indonesia di WEF 2026 dinilai krusial dalam upaya membangun kepercayaan global serta mempertegas posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menjanjikan di kawasan Asia dan dunia.

Rangkaian Agenda Penting dan Jamuan “Indonesian Night”

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dijadwalkan menjalani agenda intensif selama forum berlangsung. Mulai dari pertemuan bilateral dengan menteri dari berbagai negara, dialog langsung dengan pelaku usaha global, hingga tampil sebagai pembicara dalam sejumlah sesi utama WEF.

Salah satu agenda unggulan adalah acara “Indonesian Night” yang direncanakan akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara ini dirancang sebagai ruang diplomasi informal namun strategis, yang mempertemukan pejabat tinggi Indonesia dengan pimpinan perusahaan multinasional dan tokoh ekonomi dunia.

Sejumlah korporasi besar lintas sektor turut diundang, di antaranya:

  • Teknologi: Microsoft, Meta, Dell, dan ByteDance
  • Industri & Konsumer: Volkswagen, Mitsubishi, Dow, dan Coca-Cola
  • Keuangan: Visa, UBS, serta S&P Global

Selaras dengan Tema WEF 2026: “A Spirit of Dialogue”

Forum WEF tahun ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang dianggap sejalan dengan strategi Indonesia dalam menawarkan diri sebagai mitra global yang terbuka, stabil, dan kolaboratif. Melalui dialog aktif, Indonesia ingin menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kepastian regulasi, serta iklim investasi yang kompetitif.

Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menyampaikan bahwa kehadiran langsung kepala negara menjadi salah satu faktor penting yang dinilai oleh WEF. Indonesia dipandang memiliki peran strategis untuk berbagi pandangan mengenai masa depan ekonomi global, sejajar dengan pemimpin dunia lainnya yang turut diundang, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Fokus pada Penguatan Citra Nasional

Berbeda dari forum promosi investasi konvensional, partisipasi Indonesia di Davos kali ini lebih difokuskan pada pembangunan citra positif jangka panjang.

  • Kepemimpinan Nasional: Paparan langsung Presiden dan jajaran menteri diharapkan menampilkan wajah Indonesia yang optimistis, stabil, dan ramah investasi.
  • Fondasi Kepercayaan: Kehadiran di WEF menjadi langkah awal untuk membangun persepsi positif global sebelum memasuki tahap realisasi investasi konkret.
  • Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha: Narasi positif Indonesia diperkuat oleh keikutsertaan pelaku usaha nasional yang turut berbagi pengalaman dan peluang kerja sama di berbagai forum.

“Fokus utama kita adalah memperkenalkan Indonesia secara komprehensif. Dengan penyampaian langsung dari Presiden dan para Menteri, kita sedang membangun kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Nurul Ichwan.

Posting Komentar