Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Menuju Rampung, Perkuat Integrasi Gas Bumi Jawa
Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Menuju Rampung, Perkuat Integrasi Gas Bumi Jawa
Jakarta – Proyek Strategis Nasional pipa gas bumi transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II kini memasuki fase akhir pembangunan. Infrastruktur sepanjang kurang lebih 245 kilometer ini diproyeksikan menjadi penghubung utama jaringan gas bumi antardaerah di Pulau Jawa, sekaligus mendukung penguatan hilirisasi industri nasional.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan perkembangan proyek tersebut melalui peninjauan langsung di wilayah Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (26/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan guna mengevaluasi kesiapan fasilitas menjelang tahap pengoperasian pipa gas.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menyampaikan bahwa pembangunan Cisem Tahap II berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberadaan pipa ini memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan jaringan gas bumi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
“Infrastruktur ini sangat penting untuk menciptakan konektivitas jaringan pipa gas lintas Jawa secara berkelanjutan,” ujar Fathul dalam pernyataan resmi, Rabu (28/1/2026).
Selain penyelesaian konstruksi fisik, Fathul menegaskan perlunya percepatan pada aspek perizinan dan penetapan tarif pengangkutan gas. Sinkronisasi regulasi dinilai krusial agar pemanfaatan pipa gas dapat langsung berjalan optimal ketika proyek mulai beroperasi.
Cisem Tahap II dirancang untuk menyuplai gas bumi ke sejumlah konsumen strategis, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kilang Balongan, serta sektor industri pupuk, termasuk Pupuk Kujang. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan energi bagi industri, pembangkit, dan sektor manufaktur.
Proyek ini sebelumnya telah mencatat pencapaian penting melalui pelaksanaan pengelasan perdana (first welding) yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pemerintah optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur energi nasional.
Pembangunan pipa gas Cisem Tahap II juga sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, yang turut hadir dalam peninjauan proyek, menambahkan bahwa progres fisik yang hampir selesai harus dibarengi dengan kesiapan administratif dan regulasi. Penetapan tarif pengangkutan gas bumi menjadi salah satu faktor penting agar proses commissioning berjalan sesuai rencana.
“Proyek ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi pengembangan hilirisasi industri nasional. Pasokan gas bumi yang andal dan kompetitif akan mendorong pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” tutupnya.

Posting Komentar