4 Fakta Pria Mengaku Aparat yang Aniaya Petugas SPBU di Cipinang hingga Ditangkap Polisi

Daftar Isi

4 Fakta Pria Mengaku Aparat yang Aniaya Petugas SPBU di Cipinang hingga Ditangkap Polisi

Jakarta – Seorang pria yang sempat mengaku sebagai aparat membuat keributan di sebuah SPBU kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Ia memukul petugas setelah permintaannya mengisi BBM subsidi ditolak karena pelat nomor kendaraannya tidak sesuai data. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil meringkus pelaku.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan videonya menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman terlihat pelaku sempat terlibat adu argumen dengan petugas sebelum akhirnya melakukan pemukulan. Berikut rangkuman empat fakta terkait kasus tersebut.

1. Pelaku Berhasil Diamankan

Kasus ini dilaporkan korban pada Senin (23/2/2026). Aparat gabungan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung kemudian melakukan pengejaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa pelaku berinisial JMH ditangkap pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Setelah diamankan, JMH dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Sempat Mengaku Aparat, Ternyata Warga Sipil

Isu yang beredar menyebut pelaku merupakan anggota kepolisian. Namun polisi memastikan informasi tersebut tidak benar.

Menurut Kombes Budi Hermanto, JMH bukan anggota Polri, melainkan warga sipil yang berprofesi sebagai wiraswasta. Penegasan ini juga disampaikan guna meluruskan kabar simpang siur yang sempat beredar di media sosial.

3. Gunakan Pelat Nomor Palsu Saat Isi BBM Subsidi

Insiden bermula ketika mobil Toyota Vellfire hitam yang dikendarai JMH hendak mengisi Pertalite. Petugas SPBU menolak karena hasil pemindaian barcode tidak cocok dengan nomor polisi kendaraan.

Diketahui, pelaku menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya (bodong). Ketidaksesuaian data inilah yang membuat pengisian BBM subsidi tidak dapat dilakukan sesuai aturan. Penolakan tersebut memicu emosi pelaku hingga berujung pada aksi kekerasan terhadap beberapa pegawai SPBU, termasuk petugas yang mencoba melerai.

4. Hasil Tes Urine Positif Sabu dan Ganja

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyampaikan bahwa setelah ditangkap, pelaku menjalani pemeriksaan intensif. Karena keterangannya berubah-ubah, polisi melakukan tes urine.

Hasilnya, JMH dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja. Polisi memastikan pelaku kini ditahan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. 

Posting Komentar