Fakta Baru Terungkap: Jeffrey Epstein Pernah Menerima Potongan Kain Kiswah Ka’bah
Fakta Baru Terungkap: Jeffrey Epstein Pernah Menerima Potongan Kain Kiswah Ka’bah
Washington DC — Dokumen terbaru yang dibuka ke publik oleh pemerintah Amerika Serikat mengungkap informasi mengejutkan terkait mendiang Jeffrey Epstein. Mantan investor ternama AS yang juga dikenal sebagai terpidana kasus kejahatan seksual itu ternyata pernah menerima kiriman potongan kain Kiswah Ka’bah, kain suci penutup bangunan paling sakral umat Islam di Mekah.
Informasi tersebut terungkap dari sejumlah dokumen dan korespondensi email yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada Jumat, 30 Januari 2026. Laporan ini pertama kali disorot oleh Middle East Eye.
Dalam arsip email tersebut disebutkan bahwa pengiriman potongan Kiswah dari Arab Saudi ke Amerika Serikat diatur melalui jaringan kontak yang berkaitan dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Email-email yang bertanggal Februari hingga Maret 2017 menunjukkan keterlibatan seorang pengusaha perempuan yang bermukim di UEA, Aziza al-Ahmadi, bersama seorang pria bernama Abdullah al-Maari. Keduanya bekerja sama mengoordinasikan pengiriman tiga potong kain yang berasal dari Kiswah, kain hitam berhias sulaman emas yang menyelimuti Ka’bah.
Sebagaimana diketahui, Kiswah memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahun, kain tersebut diganti dengan yang baru, sementara Kiswah lama diperlakukan sebagai artefak bersejarah dan religius yang sangat bernilai.
Berdasarkan korespondensi yang terungkap, ketiga potongan Kiswah tersebut dikirim menggunakan jalur kargo udara dari Arab Saudi menuju Florida, Amerika Serikat, melalui maskapai British Airways. Proses pengiriman mencakup pengurusan dokumen logistik, bea cukai, hingga distribusi akhir di dalam negeri AS.
Tiga potongan kain yang dikirim terdiri atas satu bagian dari interior Ka’bah, satu potongan Kiswah luar yang telah digunakan, serta satu kain lain yang dibuat dari bahan serupa namun belum pernah dipakai. Dalam email internal, kain yang belum digunakan tersebut disebut sebagai upaya untuk mengklasifikasikan pengiriman sebagai “karya seni” demi kepentingan administrasi kargo.
Kiriman tersebut diketahui tiba di kediaman Epstein pada Maret 2017.
Dalam salah satu pesan email, Ahmadi menegaskan makna spiritual kain tersebut kepada Epstein. Ia menyebut bahwa kain hitam itu telah disentuh oleh jutaan umat Muslim dari berbagai mazhab, termasuk Sunni dan Syiah, yang melakukan ritual tawaf mengelilingi Ka’bah dan menyertakan doa, harapan, serta air mata mereka pada kain tersebut.
Namun, dokumen-dokumen tersebut tidak menjelaskan bagaimana hubungan awal antara Epstein dan Ahmadi terjalin, maupun alasan spesifik di balik pengiriman potongan Kiswah itu. Meski bermukim di UEA, Ahmadi dilaporkan memiliki kewarganegaraan Arab Saudi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait pengungkapan informasi tersebut.
Sebagai catatan, Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di sel penjara pada tahun 2019 saat menunggu proses persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Meski otoritas AS menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, peristiwa itu memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi yang bertahan hingga kini.
Dokumen lain yang turut dirilis menyebutkan adanya memo FBI yang mengklaim Epstein pernah bekerja sama dengan badan intelijen Amerika Serikat dan Israel. Dalam memo tersebut disebutkan pula bahwa Epstein memiliki kedekatan dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan disebut pernah menjalani pelatihan intelijen di bawah pengaruhnya.

Posting Komentar