Mediator Ungkap Fakta Perundingan AS–Iran, Akankah Berujung Perang?
Mediator Ungkap Fakta Perundingan AS–Iran, Akankah Berujung Perang?
Mediator dari Oman akhirnya buka suara terkait perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Jenewa, Swiss. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan kekhawatiran akan konflik terbuka.
Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyatakan bahwa pembicaraan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran berlangsung intens namun menunjukkan kemajuan signifikan.
“Kami telah menyelesaikan hari ini setelah adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi,” ujarnya usai pertemuan.
Ada Kemajuan, Tapi Belum Final
Menurut Albusaidi, kedua pihak telah bertukar ide yang konstruktif untuk memecahkan kebuntuan panjang terkait isu nuklir. Meski demikian, ia belum memastikan bahwa semua hambatan utama telah terselesaikan.
Putaran lanjutan direncanakan berlangsung dalam waktu dekat di Wina, Austria, untuk membahas aspek teknis yang lebih detail.
Pernyataan serupa datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Ia mengakui ada titik temu dalam beberapa isu, namun masih terdapat perbedaan dalam isu krusial—terutama terkait pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Iran menegaskan bahwa pencabutan sanksi menjadi syarat utama, sementara Washington menginginkan konsesi yang lebih dalam sebelum sanksi dilonggarkan.
Tekanan dari Gedung Putih
Di sisi lain, Presiden Donald Trump terus memberikan tekanan keras. Ia bahkan menetapkan tenggat waktu 10–15 hari agar Iran mencapai kesepakatan baru, sembari memperingatkan konsekuensi serius jika diplomasi gagal.
Ancaman tersebut diperkuat dengan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah, yang memicu spekulasi potensi eskalasi konflik.
Sikap Teheran dan Fatwa Khamenei
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mencoba meredakan kekhawatiran dengan menegaskan bahwa program nuklir Iran tidak bertujuan militer. Ia merujuk pada fatwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang melarang pengembangan senjata pemusnah massal.
.png)
Posting Komentar