TNI Terus Dikerahkan untuk Percepat Pemulihan Aceh Usai Bencana

Daftar Isi

TNI Terus Dikerahkan untuk Percepat Pemulihan Aceh Usai Bencana

Jakarta — Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menunjukkan komitmen kuat dalam membantu proses pemulihan wilayah Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi sekaligus bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana.

Dalam keterangan yang disampaikan Tim Media Presiden pada Minggu (1/2), para prajurit terjun langsung ke lokasi bencana dan bekerja bersama warga. Mereka membersihkan lumpur, memperbaiki rumah rusak, serta membantu menata kembali lingkungan permukiman yang terdampak cukup parah.

Di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, personel TNI membantu membersihkan rumah milik Ibu Fatimah. Hingga saat ini, proses pembersihan telah mencapai sekitar 47 persen. Beberapa ruangan masih dipenuhi lumpur basah yang tebal dan memerlukan penanganan lanjutan.

Dengan peralatan sederhana seperti sekop dan cangkul, para prajurit bekerja secara bergotong royong mengangkat lumpur sedikit demi sedikit. Meski harus berjibaku dengan kondisi berat, semangat mereka tetap tinggi demi membantu meringankan beban warga.

Sementara itu, di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, TNI turut membantu penanganan rumah warga yang roboh akibat banjir bandang. Bangunan kayu tersebut hancur dan menyisakan puing-puing yang berserakan di sekitar lokasi.

Puluhan personel tampak memilah dan mengumpulkan material kayu yang masih bisa dimanfaatkan sebagai persiapan pembangunan kembali rumah tersebut. Proses dilakukan dengan hati-hati meski debu beterbangan di sekitar area kerja.

Di wilayah Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, TNI juga melaksanakan pembersihan rumah milik Ibu Afasah. Lumpur masih menutupi sebagian besar lantai dan ruangan rumah, sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkannya.

Para prajurit terus memindahkan lumpur ke tempat pembuangan tanpa mengenal lelah. Suasana kerja pun terasa hangat, diselingi obrolan ringan dan alunan musik sederhana yang menemani aktivitas mereka.

Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah Nek Nuriyah juga menjadi sasaran kegiatan pembersihan. Rumah bercat hijau itu perlahan mulai terlihat kembali lantainya seiring lumpur yang diangkat satu per satu oleh personel TNI.

Selain itu, TNI turut membersihkan rumah milik Ibu Cut Putri yang masih dipenuhi lumpur basah di seluruh ruangan. Dengan mengenakan sepatu bot, para prajurit terus bekerja tanpa menghiraukan kondisi medan yang berat.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana menjadi simbol kepedulian dan solidaritas, sekaligus bukti bahwa negara hadir untuk membantu rakyat bangkit kembali dari musibah serta memulihkan harapan masyarakat Aceh.

Posting Komentar