Trump Peringatkan Khamenei soal Kehadiran Kapal Induk AS di Sekitar Iran
Trump Peringatkan Khamenei soal Kehadiran Kapal Induk AS di Sekitar Iran
WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei seharusnya merasa waspada menyusul peningkatan kehadiran militer AS di kawasan sekitar Iran. Salah satu langkah yang disorot adalah penempatan kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah tersebut.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menegaskan bahwa situasi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi Iran. Ia juga menyinggung bahwa di tengah ketegangan tersebut, Washington dan Teheran masih berada dalam proses pembicaraan.
“Menurut saya, dia memang harus khawatir. Mereka tahu kami sedang bernegosiasi dengan mereka,” ujar Trump, seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa perundingan terkait isu nuklir antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat pagi. Seorang pejabat AS turut mengonfirmasi bahwa pertemuan kedua negara akan digelar di ibu kota Oman tersebut.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa pengiriman USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah merupakan bagian dari penguatan militer AS. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya langkah militer lanjutan, menyusul serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran saat konflik antara Israel dan Iran pada Juni lalu.
Trump turut mengklaim bahwa Iran tengah mempertimbangkan pembangunan fasilitas nuklir baru pascaserangan tersebut. Ia menegaskan bahwa Washington telah mengetahui rencana tersebut dan memberikan peringatan keras kepada Teheran.
“Mereka berpikir membangun lokasi baru di wilayah lain. Kami mengetahuinya, dan saya katakan, jika itu dilakukan, konsekuensinya akan sangat buruk,” kata Trump.
Ketegangan semakin meningkat setelah militer AS mengonfirmasi telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan Laut Arab. Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan diri.
Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyatakan bahwa sebuah jet tempur siluman F-35C yang lepas landas dari USS Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran jenis Shahed-139. Drone tersebut dilaporkan berada sekitar 800 kilometer dari pantai selatan Iran saat insiden terjadi.
CENTCOM menjelaskan bahwa drone tersebut terbang mendekati kapal induk secara agresif dan tetap melaju meskipun pasukan AS telah melakukan langkah-langkah de-eskalasi di wilayah perairan internasional.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran terkait insiden drone yang terjadi di sekitar kapal induk Amerika Serikat tersebut.

Posting Komentar