Usai Bertemu Trump di AS, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Inggris
Usai Bertemu Trump di AS, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Inggris
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda diplomatiknya ke London, Inggris, setelah sebelumnya menyelesaikan kunjungan resmi ke Amerika Serikat. Di Washington D.C., ia sempat bertemu Presiden AS Donald Trump untuk membahas sejumlah isu strategis bilateral.
Berdasarkan keterangan dari Sekretariat Presiden, Prabowo telah tiba di London pada Senin, 23 Februari 2026 waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Limited.
Kehadiran Presiden dalam prosesi tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong penguatan sektor teknologi nasional serta percepatan transformasi ekonomi berbasis inovasi.
Kesepakatan itu mencakup program pelatihan desain cip bagi 15 ribu insinyur Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pengembangan industri semikonduktor di dalam negeri.
Dalam lawatan ke Inggris, Prabowo turut didampingi sejumlah pejabat kabinet, antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rombongan yang sama juga mendampingi Presiden saat kunjungan sebelumnya ke Amerika Serikat.
Kunjungan kali ini menjadi yang kedua bagi Prabowo ke Inggris pada awal 2026. Sebelumnya, pada 18–21 Januari 2026, ia juga melakukan rangkaian pertemuan penting di London, termasuk dengan Raja Inggris Charles III dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta pimpinan sejumlah universitas terkemuka.
Dalam kunjungan terdahulu itu, pemerintah Indonesia dan pihak Inggris menyepakati sejumlah kerja sama strategis. Menurut keterangan Sekretariat Kabinet, terdapat komitmen investasi senilai £4 miliar atau sekitar Rp90 triliun. Selain itu, disepakati pula kerja sama pembangunan 1.582 kapal perikanan yang akan diproduksi di Indonesia dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 600 ribu orang.
Tak hanya di sektor industri, pembahasan juga mencakup peluang kolaborasi pendidikan dengan 24 universitas terbaik di Inggris, khususnya dalam bidang kedokteran dan disiplin Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Melalui rangkaian kunjungan ini, pemerintah menegaskan upaya memperluas kemitraan global guna memperkuat investasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Posting Komentar