Warga Pulomas Tolak Lapangan Padel, Pemkot Jaktim Segera Panggil Instansi Terkait

Daftar Isi

Warga Pulomas Tolak Lapangan Padel, Pemkot Jaktim Segera Panggil Instansi Terkait

Penolakan terhadap keberadaan lapangan padel di kawasan Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, terus bergulir. Warga setempat mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas olahraga tersebut dan menilai hal itu mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Timur akan segera mengundang sejumlah instansi terkait untuk membahas persoalan ini. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Selain koordinasi internal, Pemkot juga mempertimbangkan komunikasi lebih lanjut dengan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), mengingat perkara ini telah masuk ke ranah hukum. Namun, Munjirin menegaskan pihaknya akan meninjau terlebih dahulu hasil pembahasan dengan instansi terkait sebelum mengambil langkah lanjutan.

Sebelumnya, warga di kawasan Kayu Putih, Pulomas, memprotes pembangunan lapangan padel tersebut. Fasilitas olahraga itu diketahui telah menerima surat peringatan (SP) hingga perintah pembongkaran dari pemerintah.

Salah seorang warga, Ratna, menjelaskan bahwa pembangunan dimulai pada Juni 2024. Pada awalnya, warga mengira bangunan tersebut diperuntukkan bagi kepentingan pribadi. Namun, saat mulai beroperasi pada November 2024, warga dan pengurus lingkungan terkejut karena merasa tidak pernah dimintai persetujuan atas pembangunan tersebut.

Merasa tidak mendapatkan penjelasan yang memadai, warga akhirnya menggugat izin mendirikan bangunan ke PTUN. Dalam proses persidangan, terungkap bahwa Pemkot telah menerbitkan SP satu hingga SP tiga serta surat perintah pembongkaran sejak Mei 2025, meski operasional lapangan sudah berjalan sebelumnya.

Ratna juga menyebutkan bahwa aktivitas lapangan padel sejak 2024 telah menimbulkan kebisingan yang cukup mengganggu. Selain suara permainan, peningkatan lalu lintas kendaraan turut menjadi keluhan. Ia memperkirakan sekitar 100 hingga 150 mobil keluar-masuk kawasan tersebut, belum termasuk kendaraan antar-jemput yang membuat arus lalu lintas semakin padat. Situasi semakin ramai saat digelar turnamen, sehingga warga merasa kenyamanan lingkungan mereka terganggu. 

Posting Komentar