3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Israel Lakukan Investigasi
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Israel Lakukan Investigasi
Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan.
Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Israel: Masih Diselidiki
Dalam pernyataannya, Israel Defense Forces menegaskan bahwa investigasi dilakukan untuk memastikan apakah insiden tersebut disebabkan oleh operasi militer mereka atau aktivitas kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Israel juga menekankan bahwa insiden terjadi di wilayah pertempuran aktif, sehingga belum bisa disimpulkan pihak mana yang bertanggung jawab.
Kronologi Insiden
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB):
- Dua prajurit Indonesia tewas pada 30 Maret 2026 setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan
- Dua prajurit lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut
- Sehari sebelumnya, satu prajurit TNI lainnya gugur akibat proyektil yang menghantam markas misi di wilayah Ett Taibe
Total dalam dua hari, tiga prajurit TNI meninggal dunia dalam misi perdamaian.
PBB Kutuk Serangan
Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan.
“Penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” tegasnya.
Situasi di Lebanon Memanas
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Lebanon selatan antara militer Israel dan Hizbullah.
Wilayah tersebut saat ini menjadi salah satu titik panas konflik regional, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di bawah misi UNIFIL.

Posting Komentar