Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Diserang Air Keras, Ahmad Sahroni Minta Kasus Diusut Tuntas

Daftar Isi

Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Diserang Air Keras, Ahmad Sahroni Minta Kasus Diusut Tuntas

Seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni.

Sahroni meminta aparat kepolisian segera mengungkap pelaku serta pihak yang berada di balik aksi penyerangan tersebut. Ia menilai kasus ini harus ditangani secara serius dan transparan agar motifnya dapat diketahui secara jelas.

Dinilai Merusak Iklim Demokrasi

Menurut Sahroni, tindakan kekerasan terhadap aktivis seperti ini dapat berdampak buruk terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia. Terlebih jika serangan tersebut berkaitan dengan aktivitas advokasi yang dilakukan oleh korban.

Ia menegaskan bahwa praktik teror semacam itu tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang menyuarakan kritik atau memperjuangkan hak-hak sipil.

Kronologi Kejadian

Peristiwa penyiraman air keras itu diduga terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Salemba, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki kasus tersebut sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat. Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga pengumpulan bukti digital seperti rekaman kamera pengawas.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya dua saksi dan jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah seiring pendalaman kasus.

Kondisi Korban

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar cukup serius di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, dada, dan tangan. Korban saat ini masih menjalani penanganan medis.

Polri Beri Atensi Khusus

Kepolisian memastikan kasus ini akan ditangani secara serius. Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa Kapolri telah memberikan perhatian khusus terhadap pengungkapan kasus ini.

Penanganan perkara dilakukan oleh Polres Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya serta Bareskrim Polri.

Posting Komentar