Donald Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Usai Harga Minyak Melonjak

Daftar Isi

Donald Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Usai Harga Minyak Melonjak

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya akan melancarkan serangan yang lebih keras terhadap Iran dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut muncul setelah harga minyak dunia melonjak akibat penutupan jalur distribusi minyak penting di kawasan Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu kekhawatiran besar di pasar energi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

Dampak pada Pasar Energi

Akibat terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz, Amerika Serikat dilaporkan mulai membeli minyak mentah dari Rusia. Langkah ini cukup mengejutkan karena Rusia sendiri masih menghadapi berbagai sanksi dari sejumlah negara Barat.

Dalam wawancara dengan media Fox News, Trump sebelumnya sempat mengatakan bahwa konflik akan segera berakhir dan ia berjanji akan menjamin keamanan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Ia bahkan menyatakan bahwa militer Amerika Serikat siap mengawal kapal-kapal tersebut jika situasi mengharuskannya.

Konflik di Timur Tengah Meluas

Setelah hampir dua pekan konflik berlangsung, korban jiwa terus bertambah. Laporan menyebutkan sekitar 2.000 orang tewas, dengan sebagian besar korban berasal dari Iran. Namun korban juga dilaporkan muncul di beberapa negara lain seperti Lebanon dan wilayah Teluk.

Militer Amerika Serikat juga mengalami kerugian. Sebuah pesawat pengisi bahan bakar militer dilaporkan jatuh di wilayah barat Irak, menewaskan empat dari enam awak pesawat yang berada di dalamnya.

Serangan Balasan Terus Berlanjut

Di tengah konflik yang memanas, Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel. Sebagai balasan, militer Israel meningkatkan operasi udara mereka dengan menyerang berbagai target di wilayah Iran.

Dalam satu hari terakhir, angkatan udara Israel dikabarkan telah menghantam lebih dari 200 target militer di wilayah barat dan tengah Iran. Target tersebut meliputi peluncur rudal balistik, sistem pertahanan udara, serta fasilitas produksi senjata.

Sementara itu, media pemerintah Iran Press TV melaporkan seorang warga sipil tewas akibat serangan udara di dekat aksi demonstrasi di Teheran yang digelar untuk memperingati Hari Quds.

Aksi tersebut juga dihadiri oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. 

Posting Komentar