Donald Trump Siap Akhiri Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz
Donald Trump Siap Akhiri Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz
Presiden Donald Trump dikabarkan siap mengakhiri konflik dengan Iran meski Selat Hormuz tetap ditutup, sebuah langkah yang cukup mengejutkan di tengah krisis energi global.
Laporan ini diungkap oleh Wall Street Journal yang mengutip pejabat internal pemerintahan AS.
Strategi Baru AS: Fokus Militer Terbatas
Menurut laporan tersebut, Washington kini lebih memilih:
- Melumpuhkan kemampuan militer Iran, khususnya angkatan laut dan sistem rudal
- Menghindari operasi besar untuk membuka Selat Hormuz
- Menekan Iran lewat jalur diplomasi
Langkah ini diambil karena operasi militer untuk membuka selat berisiko memperluas konflik dan melewati target durasi perang yang dipatok hanya 4–6 minggu.
Tekanan Diplomatik Jadi Kunci
Setelah tujuan militer tercapai, AS berencana:
- Menurunkan intensitas konflik
- Menekan Teheran agar membuka kembali jalur energi global
- Jika gagal, meminta sekutu di Eropa dan kawasan Teluk untuk mengambil peran
Dampak ke Pasar Global
Kabar ini langsung berdampak ke pasar:
-
Harga minyak turun
- Brent turun 1,3% ke sekitar US$106/barel
- WTI turun 0,7% ke sekitar US$102/barel
-
Bursa saham Asia menguat
- Indeks Hang Seng dan Shanghai mengalami kenaikan
Ancaman Masih Ada
Meski membuka peluang deeskalasi, Donald Trump sebelumnya juga mengancam akan menghancurkan fasilitas vital Iran, termasuk:
- Pulau Kharg (pusat ekspor minyak utama Iran)
- Infrastruktur energi dan air
Sementara itu, Iran membantah adanya negosiasi dengan AS dan menilai pernyataan Washington hanya sebagai taktik politik.
Risiko Masih Tinggi
Para analis memperingatkan, jika konflik melebar:
- Harga minyak bisa melonjak ekstrem
- Bahkan berpotensi menyamai rekor 2008 yang hampir US$150 per barel

Posting Komentar