Erdogan Serukan Perdamaian di Tengah Eskalasi Konflik Iran vs AS-Israel

Daftar Isi

Erdogan Serukan Perdamaian di Tengah Eskalasi Konflik Iran vs AS-Israel

Jakarta – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyerukan penghentian pertumpahan darah menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meluas ke kawasan Arab. Ia menegaskan Turki berada di garis depan upaya perdamaian dan siap berperan aktif mendorong gencatan senjata.

Dalam pidatonya di hadapan kader Partai AKP di Ankara, Erdogan menekankan bahwa negaranya menginginkan konflik segera diakhiri. Ia berharap kekerasan yang terjadi dapat dihentikan agar kawasan Timur Tengah tidak terus dilanda ketidakstabilan.

“Kami berpihak pada perdamaian. Kami ingin pertumpahan darah dihentikan, air mata berhenti mengalir, dan kawasan ini mencapai kedamaian yang telah lama didambakan,” ujarnya.

Tolak Eskalasi di Bulan Ramadan

Erdogan juga menyampaikan bahwa Turki tidak menghendaki konflik baru dengan negara-negara tetangga, terlebih saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah Ramadan. Menurutnya, momentum bulan suci seharusnya menjadi waktu untuk menahan diri dan mengedepankan dialog.

Ia turut mengkritik serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran dan memperluas ketegangan di kawasan. Meski memiliki hubungan kerja dengan Presiden AS, Donald Trump, Erdogan kerap menyuarakan sikap tegas terhadap kebijakan Israel.

Siap Intensifkan Diplomasi

Pemerintah Turki menyatakan akan meningkatkan komunikasi diplomatik di berbagai level guna mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Erdogan juga mengaku prihatin atas jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak, akibat konflik tersebut.

Sebagai negara anggota NATO dengan perbatasan sekitar 500 kilometer dengan Iran, Turki berada dalam posisi strategis di tengah dinamika kawasan. Hingga kini, Ankara belum menjadi target langsung serangan balasan Iran, meski situasi regional masih dinilai rawan. 

Posting Komentar