Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Permintaan Maaf Rismon Hasiholan Sianipar soal Polemik Ijazah

Daftar Isi

Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Permintaan Maaf Rismon Hasiholan Sianipar soal Polemik Ijazah

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan atas permintaan maaf yang disampaikan oleh ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar terkait polemik tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menyebut bahwa momentum bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan antar sesama.

Menurutnya, sikap Rismon yang bersedia menyampaikan klarifikasi serta meninjau kembali pernyataan sebelumnya merupakan langkah positif dalam kehidupan demokrasi.

Rismon Ajukan Restorative Justice

Sebelumnya, Rismon diketahui telah mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice atas status tersangka yang ia hadapi terkait tudingan ijazah palsu.

Ia juga sempat menemui Joko Widodo secara langsung di kediamannya di Solo untuk menyampaikan permintaan maaf.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube Balige Academy, Rismon menyatakan bahwa penelitian terbaru yang ia lakukan menemukan fakta berbeda dari kesimpulan sebelumnya terkait ijazah Jokowi.

Menarik Diri dari Polemik Ijazah

Rismon menegaskan bahwa dirinya tidak lagi terlibat dalam polemik mengenai ijazah Jokowi maupun Gibran. Ia bahkan berencana menyusun tulisan yang menjadi sanggahan terhadap buku yang pernah ia buat sebelumnya.

Buku yang dimaksud antara lain Jokowi’s White Paper serta Gibran End Game.

Selain itu, ia juga menyatakan akan berupaya menarik buku-buku tersebut dari peredaran sebagai bentuk tanggung jawab atas karya yang telah diterbitkan.

Mengaku Tak Tertarik Politik

Rismon menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki kepentingan politik dalam polemik tersebut. Ia merasa bahwa dirinya sempat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memperkeruh isu ijazah Jokowi dan Gibran.

Karena itu, ia memilih untuk menarik diri sepenuhnya dari polemik tersebut serta fokus pada penyelesaian masalah hukum yang sedang dihadapinya.

Siap Bantu Edukasi Masyarakat

Dalam pernyataannya, Rismon juga menyampaikan apresiasi terhadap profesionalitas kerja kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Ia bahkan menyatakan kesediaannya membantu aparat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat jika diperlukan, terutama terkait isu yang berkaitan dengan analisis digital dan informasi publik.

Di akhir pernyataannya, Rismon kembali menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan Gibran serta berharap permohonan tersebut dapat diterima dengan baik. 

Posting Komentar