Prabowo Subianto Pilih Efisiensi Ketimbang Tambah Defisit APBN
Prabowo Subianto Pilih Efisiensi Ketimbang Tambah Defisit APBN
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan memperbesar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026, meskipun situasi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, sedang meningkat.
Sebagai gantinya, pemerintah akan mengedepankan kebijakan penghematan anggaran secara ketat. Upaya tersebut mencakup pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga pemanfaatan teknologi pemerintahan digital untuk menekan kebocoran keuangan negara.
Penghematan Konsumsi Energi
Dalam sidang kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki rencana untuk memperkuat pasokan energi nasional.
Namun, ia menilai penghematan tetap harus menjadi prioritas. Menurutnya, pemerintah tidak boleh merasa terlalu aman tanpa melakukan langkah nyata untuk menekan penggunaan BBM.
Karena itu, seluruh kementerian dan lembaga diminta melakukan langkah proaktif guna mengurangi konsumsi energi.
Belajar dari Kebijakan Negara Lain
Prabowo juga menyinggung sejumlah langkah yang pernah diterapkan berbagai negara saat menghadapi krisis energi atau tekanan ekonomi.
Di antaranya adalah kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) hingga pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.
Pada masa pandemi COVID-19, beberapa negara bahkan sempat memotong gaji pejabat publik serta anggota parlemen sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak.
Selain itu, penggunaan kendaraan dinas juga pernah dibatasi dan jatah BBM untuk instansi pemerintah dikurangi guna menekan konsumsi energi.
Target Anggaran Lebih Seimbang
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah ingin menjaga stabilitas fiskal dengan tidak menambah defisit anggaran negara.
Bahkan dalam jangka panjang, ia menargetkan kondisi keuangan negara mencapai balanced budget, yaitu ketika pendapatan dan belanja negara berada dalam kondisi seimbang tanpa defisit.
Optimalisasi Teknologi Pemerintahan
Selain efisiensi belanja, pemerintah juga berupaya meningkatkan penerimaan negara dengan meminimalkan kebocoran anggaran.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah memaksimalkan sistem GovTech, yaitu integrasi digital berbagai kementerian dan lembaga dalam satu jaringan teknologi.
Menurut Prabowo, sistem tersebut berpotensi mengurangi kebocoran penerimaan negara hingga sekitar 40 persen.
Antisipasi Risiko Global
Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintah harus tetap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk akibat situasi global yang tidak menentu.
Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dinilai berpotensi berlangsung dalam waktu lama, sehingga Indonesia perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Meski kondisi nasional saat ini relatif stabil, ia menekankan pentingnya sikap waspada dan efisiensi agar perekonomian nasional tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan.

Posting Komentar