Donald Trump Pertimbangkan Sanksi untuk Sekutu NATO yang Tak Dukung Operasi Lawan Iran
Donald Trump Pertimbangkan Sanksi untuk Sekutu NATO yang Tak Dukung Operasi Lawan Iran
Presiden Donald Trump dikabarkan tengah menyusun langkah untuk memberikan sanksi kepada sejumlah negara anggota NATO. Kebijakan ini muncul karena beberapa sekutu dinilai tidak memberikan dukungan dalam operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran yang berlangsung sekitar 39 hari.
Kekecewaan Trump terhadap NATO
Menurut laporan The Wall Street Journal, sejumlah pejabat Amerika mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump merasa kecewa dengan sikap beberapa anggota NATO. Trump bahkan menyampaikan kekesalannya secara terbuka melalui media sosial Truth Social dengan pernyataan bernada keras.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang membahas hubungan kerja sama di tengah konflik.
Rencana Pemindahan Pasukan AS
Sebagai respons, pemerintah AS mempertimbangkan untuk merelokasi pasukan militernya dari negara-negara yang dianggap kurang mendukung. Pentagon disebut akan memindahkan pasukan tersebut ke negara lain yang dinilai lebih kooperatif terhadap kebijakan Amerika.
Beberapa negara yang berpotensi mendapatkan tambahan kehadiran militer AS antara lain Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani.
Ancaman Penutupan Pangkalan Militer
Selain relokasi pasukan, pemerintah AS juga membuka opsi untuk menutup pangkalan militernya di Eropa. Beberapa negara yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Spanyol dan Jerman.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk tekanan agar sekutu menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap kebijakan pertahanan Amerika.
Perbedaan Sikap Negara-Negara Eropa
Sikap negara-negara Eropa memang beragam dalam konflik ini. Misalnya, Spanyol menolak penggunaan wilayah udaranya untuk operasi militer AS. Sementara Italia sempat membatasi penggunaan pangkalan udara di Sisilia.
Di sisi lain, Prancis hanya memberikan izin terbatas, dengan syarat pesawat yang mendarat tidak terlibat langsung dalam serangan ke Iran.
Kritik juga datang dari Jerman, yang mempersoalkan keputusan Washington melancarkan operasi militer skala besar.
Ketegangan Internal NATO Meningkat
Gedung Putih melalui juru bicaranya, Karoline Leavitt, menyatakan kekecewaan atas sikap NATO. Ia menilai aliansi tersebut tidak menunjukkan solidaritas terhadap Amerika, meskipun selama ini AS berperan besar dalam pembiayaan pertahanan mereka.
Selain itu, hubungan antara AS dan NATO semakin memanas sejak awal masa jabatan kedua Trump. Konflik ini dipicu oleh kebijakan agresif terhadap Iran serta isu lain seperti rencana kontroversial terkait Greenland.
Ancaman Keluar dari NATO
Dalam perkembangan terbaru, Trump bahkan kembali mengungkapkan kemungkinan menarik Amerika Serikat dari NATO. Namun, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara sepihak karena memerlukan persetujuan Kongres sesuai hukum yang berlaku di AS.

Posting Komentar