Qodari Ajak Publik Soroti Isi Pidato Prabowo, Bukan Polemik "Indonesia Gelap"

Daftar Isi

Qodari Ajak Publik Soroti Isi Pidato Prabowo, Bukan Polemik "Indonesia Gelap"

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, meminta masyarakat untuk lebih memperhatikan inti pesan dari pidato Presiden Prabowo Subianto, dibanding hanya menyoroti pernyataan tertentu yang menimbulkan perdebatan.

Pernyataan tersebut merespons komentar Presiden Prabowo saat acara peresmian proyek hilirisasi di Cilacap, yang menyinggung istilah “Indonesia gelap” serta ajakan bagi pihak yang tidak puas untuk pergi ke Yaman.

Qodari menilai, publik seharusnya tidak hanya mengambil satu bagian dari pidato secara terpisah, tetapi memahami keseluruhan isi pidato yang lebih banyak membahas arah pembangunan nasional.

Menurutnya, fokus utama pidato Presiden adalah upaya mewujudkan kemandirian ekonomi melalui program hilirisasi. Ia menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sehingga negara tidak lagi hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

Qodari juga menyebut bahwa kebijakan hilirisasi berpotensi mengurangi keuntungan pihak asing yang selama ini mendapat manfaat dari ekspor komoditas mentah Indonesia. Karena itu, ia menilai tidak semua pihak mendukung langkah tersebut.

Sebelumnya, dalam pidatonya, Prabowo menepis anggapan bahwa kondisi Indonesia sedang memburuk. Ia menyatakan bahwa Indonesia berada dalam situasi yang positif dan aman, serta mengkritik pihak yang menggambarkan Indonesia dalam kondisi “gelap”.

Presiden juga menyebut bahwa siapa pun yang merasa tidak nyaman dengan situasi di Indonesia dipersilakan untuk pergi, termasuk ke negara seperti Yaman. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan tingkat keamanan yang baik dibanding banyak negara lain.

Posting Komentar